Kearifan Lokal Tidak Mati
Pembelajaran dari Masyarakat Adat Dayak Bakatik Banua Lumar dalam Menjawab Perubahan Iklim
Jenis: Buku
Penulis: Hendrikus Adam dan Hilarinus Tampajara
Editor: Richardus Giring
Desain Visual: Rudy Fransiskus
Foto: Dokumentasi WALHI Kalbar
Penerbit: WALHI Kalbar, didukung oleh Foreign & Commonwealth Office
Tahun Terbit: September 2013 (Cetakan I)
ISBN: 978-602-18675-2-5
Format: PDF
Deskripsi:
Buku Kearifan Lokal Tidak Mati mengangkat pembelajaran dari Masyarakat Adat Dayak Bakatik Banua Lumar dalam merespons perubahan iklim melalui praktik pengelolaan sumber daya alam berbasis kearifan lokal.
Perubahan iklim merupakan konsekuensi dari aktivitas manusia yang tidak terkendali dalam merusak bumi. Akumulasi emisi dari sistem produksi yang berlebihan telah mendorong pemanasan global dan mengancam keberlanjutan kehidupan.
Di tengah situasi tersebut, masyarakat adat menunjukkan cara hidup yang berbeda. Dengan pengetahuan lokal dan relasi yang kuat dengan alam, mereka tetap mampu menjaga keberlanjutan lingkungan meskipun menghadapi tekanan dan perampasan wilayah.
Buku ini menjelaskan bagaimana praktik pengelolaan sumber daya oleh Masyarakat Adat Dayak Bakatik Banua Lumar menjadi bagian penting dalam menjawab perubahan iklim, sekaligus menjadi alternatif terhadap pendekatan pembangunan yang dominan.
Penutup:
Publikasi ini diharapkan dapat menjadi rujukan untuk memahami peran masyarakat adat dalam menjaga keseimbangan ekologis serta mendorong pengakuan terhadap pengetahuan lokal dalam kebijakan lingkungan.
Salam adil dan lestari!
Download:
