Kelola Rakyat atas Ekosistem Rawa Gambut
Pelajaran Ragam Potret dan Argumen Tanding
Jenis: Buku
Penerbit: Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI)
Tahun Terbit: 2016
Dukungan: Climate and Land Use Alliance (CLUA)
Tim Kerja:
Achmad Rozani (Eksekutif Nasional WALHI), Boy Jerry Even Sembiring (WALHI Riau), Dwi Nanto (WALHI Jambi), Eko Cahyono (Sajogyo Institute), Hairul Sobri (WALHI Sumatera Selatan), Hendrikus Adam (WALHI Kalimantan Barat), Khalisah Khalid (Eksekutif Nasional WALHI), Maulida Azizah (WALHI Kalimantan Selatan), Tubagus Soleh Ahmadi (WALHI Sumatera Selatan)
Editor: Gus Roy Murtadho
Format: PDF
Deskripsi:
Buku ini merupakan hasil studi lapangan dari berbagai wilayah di Indonesia yang menghadirkan narasi tanding atas model pengelolaan sumber daya alam, khususnya di ekosistem rawa gambut. Melalui pengalaman masyarakat adat dan komunitas lokal, buku ini menegaskan bahwa krisis ekologis bukan sekadar bencana alam, tetapi akibat dari model pembangunan ekstraktif yang mengabaikan keselamatan rakyat.
Dalam konteks Kalimantan Barat, WALHI Kalbar terlibat langsung dalam kerja-kerja pemantauan, riset, dan advokasi di kawasan hidrologis gambut yang mengalami tekanan akibat ekspansi sawit dan industri kehutanan. Temuan-temuan di lapangan menunjukkan bahwa kerusakan gambut tidak hanya berdampak pada ekologi, tetapi juga mempersempit ruang hidup masyarakat dan memicu konflik sosial.
Melalui buku ini, WALHI bersama jaringan masyarakat sipil memperkenalkan konsep Wilayah Kelola Rakyat sebagai pendekatan yang menempatkan rakyat sebagai subjek utama dalam pengelolaan ruang hidup, dengan prinsip keadilan ekologis dan keberlanjutan.
Penutup:
Publikasi ini menjadi bagian dari upaya advokasi untuk mendorong pengakuan wilayah kelola rakyat serta perubahan kebijakan yang berpihak pada keselamatan rakyat dan pemulihan ekosistem gambut.
Salam adil dan lestari!
Download:
.png)